Rabu, 28 Maret 2012

Budaya di Jawa Timur


Pada postingan kali ini saya akan membahas sedikit tentang kebudayaan dari jawa timur. Mudah mudahan postingan ini dapat membantu anda untuk mengenali beberapa kebuyaan yang ada di jawa timur.


Kesenian
Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.
Reog yang sempat diklaim sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang telah dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi icon kesenian Jawa Timur. Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang disertai unsur-unsur gaib. Seni terkenal Jawa Timur lainnya antara lain wayang kulit purwa gaya Jawa Timuran, topeng dalang di Madura, dan besutan. Di daerah Mataraman, kesenian Jawa Tengahan seperti ketoprak dan wayang kulit cukup populer. Legenda terkenal dari Jawa Timur antara lain Damarwulan, Angling Darma, dan Sarip Tambak-Oso.
Seni tari tradisional di Jawa Timur secara umum dapat dikelompokkan dalam gaya Jawa Tengahan, gaya Jawa Timuran, tarian Jawa gaya Osing, dan trian gaya Madura. Seni tari klasik antara lain tari gambyong, tari srimpi, tari bondan, dan kelana.
Terdapat pula kebudayaan semacam barong sai di Jawa Timur. Kesenian itu ada di dua kabupaten yaitu, Bondowoso dan Jember. Singo Wulung adalah kebudayaan khas Bondowoso. Sedangkan Jember memiliki macan kadhuk. Kedua kesenian itu sudah jarang ditemui.


Budaya dan adat istiadat
Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini.
Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini.
Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.
Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain: tingkepan(upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.
Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Masyarakat di pesisir barat: Tuban, Lamongan, Gresik, bahkan Bojonegoro memiliki kebiasaan lumrah keluarga wanita melamar pria, berbeda dengan lazimnya kebiasaan daerah lain di Indonesia, dimana pihak pria melamar wanita. Dan umumnya pria selanjutnya akan masuk ke dalam keluarga wanita.
Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.


Arsitektur
Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) umumnya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur umumnya memiliki bentuk joglo, bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).
Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkan sejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.


Ya itu tadi sebagian yang bisa saya post, bila terdapat kesalahan tolong di maklumin aja.

Minggu, 25 Maret 2012

Budaya dan Teknologi

Teknologi informasi adalah bidang yang bersentuhan erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu penerapannya dalam rangka penyelesaian masalah (problem solving) sering kali bersifat komprehensif, melibatkan berbagai aspek teknologis. Bahkan dalam dunia nyata, penerapan teknologi informasi sering kali bersentuhan dengan aspek-aspek non-teknologi, seperti sosial, psikologis, atau organisasional. Situasi ini mensyaratkan para profesional teknologi informasi untuk memiliki pengetahuan yang solid dan wawasan yang komprehensif. Kemampuan ini hanya dapat diperoleh melalui pendidikan yang memberikan pengetahuan tentang fondasi konseptual yang kuat dan sekaligus kemampuan untuk berpikir secara integral.

Perkembangan Teknologi Informasi sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif).

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat memang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengakses secara real-time informasi terkini yang terjadi di belahan dunia manapun dan tidak ada batasan sama sekali (borderless). Pada dasarnya teknologi yang ada saat ini ada karena suatu budaya yang telah ada sejak lama. Dasar-dasar ilmu yang ada untuk menciptakan teknologi itu pun di dapat dari penelitian suatu ilmiah yang terkandung dari suatu budaya. Maka karena itulah budaya dan teknologi saling ketergantungan.

apa masalah yang sering terjadi karena hubungan antara ketiga aspek ini??? bagaimana memecahakan masalah tersebut?? apa sebab terjadi masalah karena hubungan ketiga aspek tersebut???


Teknologi, budaya dan pengetahuan dangatlah berpengaruh dalam hubungan bermasyarakat..
masalah yang sering terjadi di masyarakat adalah akibat emosi kan ketidak tahuan..
berpikir secara positif adalah pemecahanya..
hubungan jarak jauh, pekerjaan yang sangat berat dan menyita banyak waktu, ijin atau cuti yang sulit di dapat.. pekerjaan yang di bayar tidak sebanding, akibat banyak nya robot yang lebih berguna, sehingga tidak mampu untuk menopang dirinya sendiri apa lagi untuk ber masyarakat.

Jadi kesimpulannya: Teknologi, budaya dan pengetahuan dangatlah berpengaruh dalam hubungan bermasyarakat..
masalah yang sering terjadi di masyarakat adalah akibat emosi kan ketidak tahuan..
berpikir secara positif adalah pemecahanya..
hubungan jarak jauh, pekerjaan yang sangat berat dan menyita banyak waktu, ijin atau cuti yang sulit di dapat.. pekerjaan yang di bayar tidak sebanding, akibat banyak nya robot yang lebih berguna, sehingga tidak mampu untuk menopang dirinya sendiri apa laghi untuk ber masyarakat

Selasa, 06 Maret 2012

Penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam Kehidupan Manusia

Ilmu budaya dasar adalah ilmu yang tanpa kita sadari telah sangat melekat dalam kehidupan kita, baik secara individual, dalam keluarga, maupun dalam masyarakat luas. Namun banyak dari kita yang tidak menyadari dan tidak mengerti akan hal itu, sehingga penerapannya dalam kehidupan menjadi sangat kurang. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap dalam kehidupannya.
Oleh karena itu, melalui artikel ini, saya akan mendeskripsikan mengenai apakah ilmu budaya dasar itu, apa tujuannya, dan seluas apakah ilmu tersebut dapat mempengaruhi kehidupan kita. Pendalaman ilmu ini dinilai sangat penting karena mengajarkan kita mengenai hal-hal yang paling mendasar dalam budaya atau tata cara kita dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai Penerapan Ilmu Budaya dasar dalam Kehidupan Manusia. Karna tanpa kita sadari Ilmu Budaya Dasar selalu kita temui dalam kehidupan kita, melalui pergaulan sehari-hari di kampus, dalam masyarakat, dan dalam keluarga. Pentingnya kita menyikapi mengenai Penerapan Budaya Dasar dalam kehidupan sehari-hari akan membuat kita lebih memahami berbagai aturan-aturan atau norma masyarakat agar terciptanya suatu hubungan yang harmonis.
Dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengenai :

1. Definisi Ilmu Budaya dasar dalam kehidupan manusia

2. Tujuan dari ilmu budaya dasar, mengenai tujuan dan manfaat sebenarnya dari ilmu budaya dasar dalam kahidupan.

3. Penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam Kehidupan Manusia

Dari empat Point diatas, saya mencoba menjelaskan dengan pemikiran saya pribadi dan informasi dari berbagai sumber mengenai Ilmu Budaya Dasar. Saya berharap pemikiran saya dalam artikel ini dapat berguna bagi saudara yang membaca.

1.Definisi Ilmu Budaya dasar dalam kehidupan manusia :
Ilmu budaya dasar adalah ilmu yang diperoleh secara langsung ataupun tidak langsung dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada pembelajaran khusus mengenai ilmu ini, karna ilmu ini sering kita temukan dalam interaksi kita dalam bermasyarakat. Contoh kecil adalah komunikasi antar keluarga, pergaulan kita terhadap teman, yang mungkin kita dapat mengetahui bagaimana kita dapat memahami sifat dan karakter setiap orang.
Begitupun dalam bermasyarakat, dalam interaksi kita harus memahami norma-norma dalam masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
• Tujuan dari ilmu ini sebenarnya adalah untuk memupuk moral kita sebagai manusia dan untuk memperkuat dasar-dasar budaya atau tata cara kita dalam kehidupan.
• Seringkali kita sebagai manusia mempunyai masalah dalam hal ini. Pada saat kita dihadapkan pada suatu pilihan untuk mendengarkan hati nurani kita dan mengikuti moral kita sebagai manusia, atau untuk melakukan hal-hal yang bersifat kurang baik, biasanya bila dasar kita akan ilmu budaya dasar tidak kuat, kita cenderung akan menjadi lebih mudah untuk memilih hal-hal yang bersifat kurang baik. Seseorang dengan yang sangat pandai dan berpendidikanpun tidak akan berhasil menjadi seseorang yang baik bila dia tidak mempunyai ilmu budaya dasar yang kuat.
• Tidak dapat disangkal, pendalaman agama juga merupakan salah satu faktor penting dalam penerapan ilmu budaya dasar. Hubungan antara keduanya sangat kuat dan saling mempengaruhi. Sehingga bila seseorang tekun dalam mengamalkan ibadah-ibadah agama terhadap Tuhannya dan terhadap sesama manusia, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut juga telah dapat menerapkan ilmu budaya dasar dengan baik dalam kehidupannya.

3. Penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam Kehidupan Manusia :
Penerapan Ilmu Budaya dasar dalam kehidupan manusia, sebagian kita sudah bahas dalam definisi diatas, bahwa kita sebagai manusia secara sadar atau tidak sadar sering berinteraksi antar teman, masyarakat, ataupun keluarga. Inilah yang disebut Penerapan Ilmu budaya dasar dalam kehidupan kita. Dimana yang dimaksud Budaya diatas adalah bagaimana kita harus bersikap dalam aspek kehidupan yang berbeda-beda sehingga kita dapat menempatkan diri pada situasi apapun yang akan kita hadapi.
Dalam penerapan Ilmu ini faktor pendukungnya antara lain adalah agama atau kepercayaan kita terhadat Tuhan. Dimana dalam agama itu sendiri sudah pasti diajarkan bagaimana kita harus menjaga interaksi kita terhadap Tuhan dan sesama manusia, agar tercipta hubungan yang harmonis dalam kehudupan.
Inti dari ilmu budaya dasar dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu sejauh apa ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi sikap dan tata cara kita dalam bermasyarakat. Bila kita sudah mempunyai dasar yang kuat, dapat diyakini bahwa kita akan dapat membawa diri dalam masyarakat.

ILMU BUDAYA DASAR

Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan

1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional

Latar belakang ilmu budaya dasar
latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.


2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.


3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja


2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain


3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup


4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia


5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya



6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya


7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku


8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia

Unsur-unsur kebudayaan

1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi

Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan
Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:

1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3. Pembimbing kehidupan manusia
4. Pembeda antar manusia dan binatang

Hakekat Kebudayaan

1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2. Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada
3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban

Sifat kebudayaan

1. Etnosentis
2. Universal
3. Alkuturasi
4. Adaptif
5. Dinamis (flexibel)
6. Integratif (Integrasi)

Aspek-aspek kebudayaan

1. Kesenian
2. Bahasa
3. Adat Istiadat
4. Budaya daerah
5. Budaya Nasional

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah

1. kontak dengan negara lain
2. sistem pendidikan formal yang maju
3. sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
4. penduduk yang heterogen
5. ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu

Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1.faktor dari dalam masyarakat

* betambah dan berkurangnya penduduk
* penemuan-penemuan baru
* petentangan-pertentangan didalam masyarakat
* terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri

2. faktor dari luar masyarakat

* berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
* peperangan dengan negara lain
* pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Minggu, 08 Januari 2012

Rencana Masa Depan


Sebelum saya membahas rencana saya kedepan, ada baiknya saya ulas secara singkat apa itu java dan networking. Java adalah sebuah bahasa pemrograman pada komputer sama seperti pendahulunya c++. Bahasa pemrograman ini dikembangkan oleh Sun microsystems yang dikembangkan pada tahun 1995. Awalnya java diciptakan pada tahun 1991 oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy beserta programer dari Sun Microsystems.
Java sendiri merupakan bahasa pemrograman yang berbasis objek, maksudnya adalah semua aspek yang terdapat pada java adalah objek sehingga sangat memudahkan untuk mendesain, membuat dan mengembangkan program java dengan cepat. Kelebihan ini membuat program java menjadi mudah untuk digunakan oleh banyak orang. Bahasa pemrograman ini juga dapat digunakan oleh banyak sistem operasi, seperti: Microsoft Windows, Linux, Mac OS, dan Sun Solaris ( Multiplatform ).
NETWORKING Merupakan jaringan antar komputer yang menghubungkan satu komputer dengan jaringan lainnya. untuk menyusun jaringan ini, diperlukan perencanaan dari jaringan yang dibangun yang disebut dengan topologi. Scope jaringan itu sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu LAN, WAN, dan MAN. Perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung jaringan diantaranya card jaringan.
Dalam 3 tahun ke depan ini, saya ingin  menjadi programmer di perusahaan seperti Sony Ericsson, Siemens, ataupun Samsung.  Hal itu memang tidak mudah di capai, saya harus berusaha dan  belajar dengan ekstra keras. Karena di perusahaan itu mengutamakan skill kita dalam pelajaran java dan networking.
Rencana saya adalah, saat semester 3 nanti, saya sudah kerja magang di perusahaan tersebut dengan bantuan dari kakak, asalkan saya dapat menguasai pelajaran java dan networking tersebut. Hal itu merupakan harga mati yang diberikan oleh kakak kepada saya. Maka dari itu, saya harus menguasainya.
Bahkan kakak saya memberi saran, kalau perlu saya harus melakukan les di luar untuk memantapkannya. Hal itu memang terdengar berat dan mustahil bagi saya. Karena dalam pelajaran java, saya memiliki kemampuan yang tidak begitu bagus. Dalam hal ini, saya pun di pressing untuk menguasainya.
Tentu saja ini merupakan dilemma yang berat, di satu sisi saya harus mematuhi perkataan kakak, dan di sisi yang lain adalah, saya tidak terlalu menguasai pelajaran java. Hal itu dapat saya patahkan setelah saya mendengar gaji yang ditawarkan di perusahaan tersebut.
Seorang programmer handal yang bekerja di sana, di berikan gaji yg cukup besar, maka saya pun tergiur untuk dapat bekerja di sana, saat magang saja bila kita memiliki skill yang cukup memadai, kita dapat di biayai kuliahnya dan men dapat gaji, bahkan mendapat kontrak kerja selama 5 tahun. Hal itulah yang saya incar saat ini.
 
         Dan intinya adalah, mulai saat ini saya memilih untuk mendalami pelajaran java dan networking semampu dan sekuat saya bisa, agar di masa yang akan datang, saya bisa bekerja di perusahaan tersebut dan mendapat gaji yang lumayan yang bisa menghidupi saya di masa depan kelak.

Rabu, 14 Desember 2011

Adakah Hubungan Antara Hantu dan Kesejahteraan suatu Negara

Untuk postingan kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara hantu dan kesejahteraan suatu negara. Mungkin anda bertanya-tanya apakah ada hubungan antara hantu dengan kesejahteraan suatu negara ??? Yang pasti jawabannya ada

Perekonomian suatu negara dapat di lihat dari hantu yang terdapat di dalam suatu negara. Kita ambil contoh adalah hantu dari Eropa, Cina, dan Indonesia. Dimulai dari cara para hantu berpakaian, lalu tempat mereka tinggal. hantu Eropa salah satunya adalah Dracula, Dracula identik dengan pakaiannya yang begitu rapi, dengan menggunakan setelan jas hitam, dasi kupu-kupu, serta sepatu yang begitu mengkilap, serta dengan model rambut yang kelimis di sisir ke belakang atau belah pinggir. Dan para Dracula tersebut biasanya tinggal di Kastil yang begitu megah. Itu menandakan perekonomian di zaman itu dan sekarang begitu maju-nya

Selanjutnya kita beralih ke hantu dari negara Cina, seperti yang kita ketahui, hantu dari negara Cina identik dengan Vampire, mereka selalu mengenakan jubah kebangsawanannya seperti jaman Dinasti Ming, serta model rambut yang panjang serta di kepang, dan botak di bagian depannya, itu menunjukan kewibawaannya sebagai orang yang di pandang saat dia masih hidup. dan para Vampire ini tinggal di Istana / Kuil dimana instana dan kuil merupakan tempat tinggal para raja saat itu. Walaupun negara Cina di sebut negara berkembang, tapi saat ini Cina dapat bersaing dengan negara lainnya. Dan perkekonomian di negara tersebut tidak kalah dengan negara lain.

Dan yang terakhir adalah hantu dari Negara Kita tercinta yaitu INDONESIA.... Seperti yang kita ketahui hantu di Indonesia tidak terlalu menarik, coba kita lihat cara berpakaian kuntilanak, dia hanya menggunakan kain putih seperti daster, pocong yang hanya di balut kain kafan putih, dan tuyul yaitu sosok anak kecil yang telanjang. Itu semua mencerminkan masih rendahnya tingkat perkekonomian di negara ini, dan tempat tinggal mereka begitu mengenaskan, ada yg tinggal di bawah pohon beringin, di dalam terowongan / kolong jembatan seperti hantu Casablanca, paling bagus tinggal di rumah tua yang udah reot

Terlihat jelas perbedaan dari ketiga hantu dari tiga negara yang saya sebutkan di atas. Bagaimana perekonomian di indonesia mau maju, penampilan para hantunya saja seperti gembel. Itu semua di karenakan Uang yang kita bayar untuk pajak, di makan oleh mereka para oknum yang tidak bertanggung jawab, suap di sana sini, lobby di sana sini.

Tapi saya yakin suatu saat nanti Perekonomian di Indonesia akan menyusul Cina dan bangsa Eropa, bahkan bisa mengusai berbagai sektor perekonomian. Dan pakaian Para hantu di Indonesia tidak compang camping lagi, terlihat lebih baik bahkan modis. Dan tempat tinggal mereka bukan di bawah pohon beringin, di dalam terowongan / kolong jembatan, tapi sudah pindah di Apartemen yang mewah. AMIIINNNN..... Kita doakan saja ya semoga terwujud

Selasa, 29 November 2011

Hambatan dalam Mengembangkan Potensi Diri


Potensi yang terdapat dalam diri seseorang berbeda-beda, ada yang memiliki potensi di bidang akademis, dan ada juga di bidang non-akademis. Selain itu potensi diri juga bisa di kategorikan sebagai cita-cita yang ingin di capai oleh orang tersebut. Sebagai contoh, seorang anak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang pilot, dokter, arsitek, presiden, dan sebagainya.
Dalam mengembangkan potensi diri tersebut ada berbagai macam hambatan dan rintangan yang harus di jalani, selain itu ada juga cara untuk mencapai cita-cita atau potensi yang kita inginkan. Hambatan ini bisa datang dari dalam ataupun dari luar. Hambatan yang datang dari dalam diri contohnya adalah: kita masih merasa kurang cocok dengan cita-cita atau keinginan yang akan kita capai. Dan contoh hambatan yang datang dari luar diri adalah: orang terdekat kita merasa cita-cita yang kita ambil kurang cocok.
Dalam hal ini orang terdekat yang saya maksud adalah orang tua kita sendiri. Mereka merasa cita-cita yang kita ambil kurang bermanfaat di masa depan. Kondisi yang paling sering di tentang oleh orang tua kepada anaknya adalah ketika si anak lebih memilih potensi di bidang non-akademis dari pada di bidang akademis. Contohnya si anak lebih memilih di bidang seni musik atau memilih di bidang seni rupa. Dalam benak mereka adalah orang yang memilih di bidang non-akademis saat masa tua-nya tidak akan bahagia (dalam hal materi).
Orang tua lebih senang anaknya memiliki cita-cita di bidang akademis, ya minimal si anak menjadi polisi, mungkin agar si anak bisa di banggakan di depan umum. Padahal itu semua merupakan persepsi yang salah. Banyak orang menjadi besar dan terkenal dari bidang non-akademis. Selain itu banyak anak yang perang batin antara mematuhi perintah orang tua-nya atau mengikuti kemampuannya di bidang yang mulai dia tekuni itu.
Dalam hal ini banyak anak yang mau tidak mau harus mengikuti kemauan orang tuanya, sebenarnya tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya, mereka hanya ingin melihat sang anak bahagia di masa tua-nya nanti. Tapi cara yang mereka gunakan sebenarnya salah, mereka mengekang anak dalam mengembangkan potensi diri yang ada di dalam diri sang anak. Selain dari pihak orang tua, pihak sekolah juga turut andil dalam pengembangan potensi si anak.
Sekolah di Indonesia masih menerapkan semua mata peajaran, tidak seperti di Luar Negeri yang membebaskan siswanya memilih mata pelajaran yang mereka senangi. Sebagai contoh jika si anak suka pelajaran fisika, seharusnya dia belajar fisika, tidak belajar pelajaran bahasa, biologi, dan sebagainya. Jadi hanya di fokuskan satu pelajaran yang dia senangi itu. Tidak ada orang di dunia ini yang bodoh, pada dasarnya semua manusia pintar, tapi kepintarannya ini banyak yang tidak tersalurkan. Dan tidak semua manusia pintar dalam segala bidang, contohnya kita suruh para fisikawan untuk membaca not balok, mereka tentu tidak bisa di karenakan bukan bidang ke ahliannya, begitu juga para musisi kita suruh untuk merancang sebuah rumah, mereka juga tentu tidak bisa karena bukan bidangnya.
Sebagai contoh, saya memiliki potensi di bidang non-akademis, yaitu di bidang seni musik. Saya lebih tertarik mempelajari berbagai jenis alat musik ketimbang menghafal rumus dalam pelajaran matematika, fisika, dan kimia. Alat musik pertama yang saya pelajari adalah gitar, awalnya saya meminta orang tua untuk membelikan sebuah gitar untuk menghilangkan rasa bosan. Seiring berjalannya waktu saya meminta orang tua untuk mempelajarinya lebih dalam, tapi apa yang terjadi, orang tua tidak mengizinkan.
Akhirnya saya belajar secara sendiri dengan membeli beberapa buku dan menonton tutorial-nya di internet. Saat saya meminta orang tua saya untuk memberi saya les gitar, mereka mengatakan: “untuk apa les gitar? Masih ada pelajaran yang lebih penting yang masih bisa kamu lakukan”. Dari situ saja sudah dapat di lihat kalau orang tua menghambat potensi yang ada dalam diri anaknya.
Selain itu mereka juga pernah berbicara seperti ini kepada saya: “kalau kamu ingin menjadi musisi, lebih baik kamu berhenti sekolah”. Ancaman seperti ini sering sekali di ucapkan oleh orang tua kepada anaknya agar si anak menuruti perintah orang tua. Dengan berat hati saya terpaksa menuruti perintah orang tua agar mereka tidak kecewa. Biarpun mendapat hambatan seperti ini, saya tidak pernah menyerah, ilmu tersebut tidak hanya di dapatkan di tempat les, ilmu tersebut masih bisa saya di dapatkan di internet, buku, dan teman-teman.
Selain gitar, alat musik yg bisa saya mainkan adalah bass, walaupun masih standar, awalnya setelah mendapatkan gitar, saya ingin meminta orang tua membelikan saya bass, sebelum saya meminta, saya sudah tau jawabannya pasti “TIDAK DI BELIKAN”. Itu juga merupakan hambatan saya. Jika ada kesempatan, saya ingin belajar berbagai alat musik, walaupun masih di tentang oleh kedua orang tua.
Untuk kedepannya saya tetap akan mengembangkan potensi yang ada di dalm diri saya, yaitu di bidang seni musik, untuk para orang tua sadarilah potensi yang terdapat di dalam diri anak anda, jangan egois, tidak semua anak merasa nyaman terhadap apa yang anda lakukan. Cobalah memberi sang anak kebebasan dalam memilih apa yang ingin di capainya, siapa tau sang anak lebih unggul di bidang non-akademis ketimbang di bidang akademis.
          Untuk para anak, jangan takut untuk bicara pada orang tua kalian tentang apa yang kalian capai, beri pengertian orang tua. Apabila waktu bisa di putar ulang saya ingin mengembangkan potensi saya, sebenarnya banyak kesempatan di masa lalu, tapi kesempatan di masa yang akan datang juga ada, maka dari itu janganlah menyia-nyiakan kesempatan yang datang tersebut.